StanChart and Rothschild, the two UK Investment Bankers that became so dumb and lame when dealing with Bakrie’s cronies in PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk and PT Bumi Resources Tbk

Stanchart & Rothschild got fooled

Standard Chartered Bank and Nat Rothschild, the two UK Investment Bankers that became so dumb and lame when dealing with Bakrie’s cronies in PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk and PT Bumi Resources Tbk

Can’t or don’t they have the eyes to read the following sentences that published worldwide and legally stamped?

hypnotised, spell bound, magically tricked?

BORN’s 2011 financial report was audited by KAP Tanudiredja, Wibisono, & Partners, a PriceWaterHouse Cooper company, signed by Dwi Wahyu Daryoto, Ak., CPA, dated 29 March 2012.


The following sentences will do the tricks…

Approval acquisition of  51% shares in Borneo Bumi Lumbung Energi Pte Ltd from PT Bakrie & Brothers Tbk and Long Haul Holding Ltd, and  49% shares in Bumi Borneo Resources Pte Ltd from PT Bakrie & Brothers Tbk and Long Haul Holding Ltd; Persetujuan atas pengambilalihan 51% saham milik PT Bakrie & Brothers Tbk dan Long Haul Holding Ltd dari modal ditempatkan dan disetor dalam Borneo Bumi Lumbung Energi Pte Ltd, dan 49% saham milik PT Bakrie & Brothers Tbk dan Long Haul Holding Ltd dari modal ditempatkan dan disetor dalam Bumi Borneo Resources Pte Ltd;
Akuisisi kepemilikan tidak langsung 23,8% saham di Bumi Plc, melalui pengambilalihan 51% saham Borneo Bumi Energi & Metal Pte Ltd (“Borneo Bumi”) dan 49% saham Bumi Borneo Resources Pte Ltd (”Bumi Borneo”) Purchase of an effective 23.8% shares of Bumi Plc through acquisition of 51% shares of Borneo Bumi Energi & Metal Pte Ltd (“Borneo Bumi”) and 49% shares of Bumi Borneo Resources Pte Ltd (”Bumi Borneo”)
Pada tanggal 31 Oktober 2011, Perusahaan, Long Haul Holding Limited (“LHHL”) dan PT Bakrie & Brothers Tbk (“BNBR”) melakukan perjanjian jual beli saham dimana Perusahaan setuju untuk membeli dari LHHL, beserta BNBR setuju untuk menjual 51% kepemilikan saham pada Borneo Bumi Energi & Metal Pte Ltd (d/h Sunrise Energy Holdings Pte Ltd) dan 49% kepemilikan saham pada Bumi Borneo Resources Pte Ltd (d/h Ultimate Synergy Pte Ltd) pada tanggal penutupan perjanjian dengan nilai transaksi sebesar AS$1 milyar. On 31 October 2011, the Company, Long Haul Holding Limited (“LHHL”) and PT Bakrie & Brothers Tbk (“BNBR”) entered into a shares sale and purchase agreement where the Company agreed to purchase and LHHL and BNBR agreed to sell 51% shares of Borneo Bumi Energi & Metal Pte Ltd (formerly Sunrise Energy Holdings Pte Ltd) and 49% shares of Bumi Borneo Resources Pte Ltd (formerly Ultimate Synergy Pte Ltd) at the completion date of the agreement amounting to US$1 billion.
Akuisisi kepemilikan tidak langsung 23,8% saham di Bumi Plc, melalui pengambilalihan 51% saham Borneo Bumi Energi & Metal Pte Ltd (“Borneo Bumi”) dan 49% saham Bumi Borneo Resources Pte Ltd (”Bumi Borneo”) Purchase of an effective 23.8% shares of Bumi Plc through acquisition of 51% shares of Borneo Bumi Energi & Metal Pte Ltd (“Borneo Bumi”) and 49% shares of Bumi Borneo Resources Pte Ltd (”Bumi Borneo”)
Sehubungan dengan perjanjian ini, Perusahaan secara tidak langsung melakukan akuisisi 23,8% saham pada Bumi Plc, perusahaan yang terdaftar di Britania Raya. Following this agreement, the Company will indirectly acquire 23.8% equity shares of Bumi Plc, a company based in United Kingdom.
Investasi ini dibayar dengan dana tunai yang diperoleh dari Pinjaman Standard Chartered Bank dengan jaminan aset-aset Grup. The acquisition is funded by a loan from Standard Chartered Bank with the collateral of the Group’s assets.
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal 30 Desember 2011 telah menyetujui rencana akuisisi tersebut dan rencana penjaminan aset Grup (lihat Catatan 13). The Company’s Extraordinary General Shareholders’ Meeting held on 30 December 2011 has approved the acquisition plan and plan to pledge the Group’s assets (refer to Note 13).
Perjanjian jual beli saham ini mengalami beberapa beberapa kali perubahan, yang terakhir diubah berdasarkan akta perubahan ke lima tertanggal 2 Januari 2012. This share sale and purchase agreement was amended several times with the latest amendment made through the fifth deed of the amendment, dated 2 January 2012.
Proses pembelian saham Borneo Bumi dan Bumi Borneo diselesaikan pada tanggal 16 Januari 2012, dan Perusahaan secara efektif menjadi pemegang saham Borneo Bumi dan Bumi Borneo sejak tanggal tersebut. Dampak keuangan atas transaksi ini belum ditentukan pada 31 Desember 2011. Sampai dengan laporan keuangan konsolidasian ini diotorisasi untuk diterbitkan, Grup masih belum menyelesaikan pembukuan atas akuisisi ini. Sehubungan dengan hal tersebut, Grup masih menelaah apakah pengendalian sudah diperoleh dan nilai wajar atas perolehan aset dan liabilitas tersebut. The acquisition process of Borneo Bumi and Bumi Borneo was closed on 16 January 2012, and the Company has become as a shareholder of Borneo Bumi and Bumi Borneo since that date, effectively. The financial effect of this transaction has not been brought to account as at 31 December 2011. At the time the consolidated financial statements were authorised for issue, the Group had not yet completed the accounting for this acquisition. In particular, the Group is still assessing whether control has been obtained and when applicable, the fair value of the acquired assets and liabilities.
Perjanjian Fasilitas Pinjaman berjangka Standard Chartered Term Facility Agreement with Standard Chartered
Pada tanggal 11 Januari 2012, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari Standard Chartered Bank senilai AS$1 milyar untuk pendanaan akuisisi 51% saham Borneo Bumi dan 49% saham Bumi Borneo oleh Perusahaan dari LHHL dan BNBR. Fasilitas ini bertenor 60 bulan, dengan jadwal pembayaran kembali secara triwulanan dimulai sejak 30 September 2012. Tingkat bunga atas fasilitas ini adalah 5,65% di atas LIBOR untuk kreditor luar negeri dan 6,15% di atas LIBOR untuk kreditor dalam negeri. On 11 January 2012, the Company obtained a term facility agreement with Standard Chartered Bank amounting to US$1 billion for the purpose of funding the acquisition of 51% equity shares of Borneo Bumi and 49% equity shares of Bumi Borneo by the Company from LHHL and BNBR. This facility has a tenor of 60 months, and is repayable on a quarterly basis commencing from 30 September 2012. The loan bears interest at 5.65% above LIBOR for lenders whose office is outside Indonesia and 6.15% above LIBOR for lender which office is inside Indonesia.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan sahamsaham entitas anak yang dimiliki Perusahaan dan aset-aset AKT dan BMS. Terdapat pembatasanpembatasan yang harus ditaati oleh Perusahaan sehubungan dengan fasilitas ini. This loan facility is collateralised with the Company’s shares in subsidiaries and AKT’s and BMS’s assets. There are covenants which must be met by the Company.s

 

BNBR’s 2011 financial report was audited by KAP Tjiendradjaja & Handoko Tomo, a Mazars company, signed by Handoko Tomo, a licensed public accountant No.AP.0597, dated 30 April 2012.

Short-term Investments
Pada tanggal 23 Februari 2011, Perusahaan bersama-sama dengan Long Haul Holding Ltd., Vallar Plc (Vallar) (sekarang Bumi Plc) dan Vallar Investment UK Limited melakukan perubahan atas perjanjian Jual Beli Saham tanggal 16 November 2010 (Catatan 42j).
Sehubungan dengan itu, pada tanggal 4 Maret 2011, Perusahaan telah menyerahkan 2.847.458.634 lembar saham BUMI kepada Vallar dan menerima 49.385.639 lembar saham baru Vallar.
On February 23, 2011, the Company together with Long Haul Holding Ltd., Vallar Plc (Vallar) (currently Bumi Plc) and Vallar Investment UK Limited amended the Sale and Purchase of Shares Agreement dated November 16, 2010 (Note 42j).
In this regard, on March 4, 2011, the Company submitted 2,847,458,634 BUMI shares to Vallar and received 49,385,639 new Vallar shares.
Berdasarkan Perjanjian Jual Beli (SPA) tanggal 31 Oktober 2011 dan perubahannya, antara Perusahaan dan Long Haul Holdings Limited
(LHH) (bersama-sama sebagai penjual),
PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (Borneo)
(sebagai pembeli) serta
Sunrise Energy Holdings Pte. Ltd. (sekarang Borneo Bumi Energi & Metal Pte. Ltd.) (BBE) (Catatan 12a) dan
Ultimate Synergy Pte. Ltd. (sekarang Bumi Borneo Resources Pte. Ltd.) (BBR) (Catatan 12b) (sebagai entitas-entitas bertujuan khusus),Borneo akan melakukan investasi pada saham Bumi Plc dengan kepemilikan tidak langsung melalui pengambilalihan sebagian saham-saham BBE dan BBR dari Perusahaan dan LHH (Catatan 48b)
Based on the Sale and Purchase Agreement (SPA) dated October 31, 2011 and its amendments, among the Company and Long Haul Holdings Limited (LHH) (together as the seller),
PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (Borneo) (as the buyer), and
Sunrise Energy Holdings Pte. Ltd. (currently Borneo Bumi Energi & Metal Pte. Ltd.) (BBE) (Note 12a) and
Ultimate Synergy Pte. Ltd. (currently Bumi Borneo Resources Pte. Ltd.) (BBR) (Note 12b) (as special purpose entities),Borneo will invest in Bumi Plc shares indirectly through the acquisition of some shares of BBE and BBR from the Company and LHH (Note 48b).
Pada tanggal 15 Desember 2011, mengacu kepada SPA tersebut dan perubahannya, Perusahaan dan LHH menerbitkan deed of undertaking untuk mengalihkan
22,47% dari saham Bumi Plc dengan hak suara ke dalam BBE dan
25,08% dari saham Bumi Plc dengan hak suara ditangguhkan ke dalam BBR sebagaimana disepakati dalam SPA tersebut,
dengan ketentuan penyelesaian pengalihan pada hari T+15 pada harga pasar saat itu sebesar GBP9,20 per saham, dan untuk konfirmasi bahwa pada tanggal 15 Desember 2011, semua hak dan kewajiban sehubungan dengan saham Bumi Plc beralih kepada BBE dan BBR (Catatan 12a dan 12b).
On December 15, 2011, referring to the SPA and its amendments, BNBR and LHH issued a deed of undertaking to transfer
22.47% of the Bumi Plc voting shares into BBE and
25.08% of the Bumi Plc suspended voting shares into BBR as agreed in the SPA,
with the settlement of the transfer of T+15 days at the market prices of GBP9.20 per share, and to confirm that on December 15, 2011, all of the rights and obligations in respect of the Bumi Plc shares were transferred to BBE and BBR (Notes 12a and 12b).
Pada 31 Desember 2011, persentase kepemilikan saham Perusahaan langsung dan tidak langsung atas
BSP, EMP, BLD dan BTEL secara masing-masing sebesar 27,17%, 8,75%, 8,14% dan 29,95% dan persentase kepemilikan saham yang diungkapkan dalam laporan keuangan
BSP, EMP, BLD dan BTEL sebesar 2,37%, 8,75%, 1,53%, dan 22,01%.Perbedaan pengungkapan kepemilikan saham BSP, BLD dan BTEL disebabkan adanya saham BSP, BLD dan BTEL yang dimiliki oleh Perusahaan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman. Oleh pemberi pinjaman, jaminan saham BSP, BLD dan BTEL yang bersangkutan dirubah sehingga nama atas saham berpindah ke nama Pemberi pinjaman sampai dengan dilunasinya pinjaman tersebut oleh Perusahaan.
As of December 31, 2011, the Company’s percentage of direct and indirect share ownership in
BSP, EMP, BLD and BTEL amounted to 27.17%, 8.75%, 8.14% and
29.95%, respectively, and the percentage of share ownership disclosed in
BSP, EMP, BLD, and BTEL financial statements amounted to 2.37%, 8.75%, 1.53%,and 22.01%, respectively.Difference in disclosure of share ownership was due to the BSP, BLD and BTEL shares owned by the Company that were used as collateral for loans. By lenders, BSP, BLD and BTEL shares have been crossed and the title of shares has been transferred into the lenders name until the payment of the loans by the Company.
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011, saham BSP yang digunakan dalam rangka proses penyelesaian pinjaman sejumlah 170,48 juta lembar saham (Catatan 20 dan 23) dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010, saham BUMI, BSP, EMP dan BLD yang digunakan dalam rangka proses penyelesaian pinjaman masing-masing sejumlah 2,08 miliar lembar saham, 734 juta lembar saham, 6,22 miliar lembar saham dan 346,9 juta lembar saham (Catatan 20 dan 23).
Penyelesaian pinjaman dengan saham ini mengakibatkan rugi neto untuk periode enam bulan yang berakhir tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 30 Juni 2011 masing-masing sebesar Rp29,05 miliar dan nihil serta untuk tahun yang berakhir tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing sebesar Rp29,05 miliar dan Rp5,25 miliar.
For the year ended December 31, 2011, BSP share used in the process of loan settlements amounted to 170.48 million shares (Notes 20 and 23) and for the year ended December 31, 2010, BUMI, BSP, EMP and BLD shares used in the process of loan settlements amounted to 2.08 billion shares, 734 million shares, 6.22 billion shares, 346.9 million shares, respectively (Notes 20 and 23).
These debt settlements with shares resulted to net loss for the six-month periods ended December 31, 2011 and June 30, 2011 amounted to Rp29.05 billion and nil, respectively, and for the years ended December 31, 2011 and 2010 amounted to Rp29.05 billion and Rp5.25 trillion, respectively.
Penempatan pada PT Recapital Asset Management dan PT Insight Investment Management, sebagai manajer investasi, merupakan penempatan dalam efek yang tersedia untuk dijual atas BTEL. Pada tanggal 31 Desember 2011, BTEL telah didekonsolidasikan (Catatan 4c). Investments with PT Recapital Asset Management and PT Insight Investment Management, investment managers, represent investments in available-for-sale securities of BTEL. On December 31, 2011, BTEL was deconsolidated (Note 4c).

 

Investments in associated and jointly controlled entity
Pengurangan pada tahun 2010 merupakan penjualan saham dan/atau kehilangan pengaruh signifikan atas PT Bumi Resources Tbk, PT Energi Mega Persada Tbk dan PT Bakrieland Development Tbk (Catatan 6). Deductions in 2010 represent the shares used in the process of debt settlement and/or loss of significant influence over PT Bumi Resources Tbk, PT Energi Mega Persada Tbk and PT Bakrieland Development Tbk (Note 6).
Borneo Bumi Energi & Metal Pte., Ltd. (Dahulu Sunrise Energy Holdings Pte., Ltd.)
Pada tanggal 31 Oktober 2011, Perusahaan dan Long Haul Holdings Ltd. mendirikan Borneo Bumi Energi & Metal Pte., Ltd., (BBE). Perusahaan memiliki 44,4% saham BBE. BBE berdomisili di Singapura dan dengan aktivitas utama perusahaan induk investasi. Pada tanggal 31 Desember 2011, BBE memiliki 54,15 juta saham dengan hak suara sebesar 29,99% di Bumi Plc. sebuah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek London (Catatan 6 dan 48b).
Borneo Bumi Energi & Metal Pte., Ltd. (Formerly Sunrise Energy Holdings Pte., Ltd.)
On October 31, 2011, the Company and Long Haul Holdings Ltd. established Borneo Bumi Energi & Metal Pte., Ltd., (BBE). The Company has 44.4% share ownership in BBE. BBE is domiciled in Singapore and with principal activity of investment holding company. As of December 31, 2011, BBE owned 54.15 million shares with 29.99% voting rights in Bumi Plc, a company that listed in the London Stock Exchange (Notes 6 and 48b).
Bumi Borneo Resources Pte., Ltd. (Dahulu Synergy Pte., Ltd.)
Pada tanggal 31 Oktober 2011, Perusahaan dan Long Haul Holdings Ltd. mendirikan Bumi Borneo Resources Pte., Ltd., (BBR). Perusahaan memiliki 44,4% saham BBR. BBR berdomisili di Singapura dan dengan aktivitas utama perusahaan induk investasi. Pada tanggal 31 Desember 2011, BBR memiliki 60,44 juta saham dengan hak suara ditangguhkan pada Bumi Plc, sebuah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek London (Catatan 6 dan 48b).
Bumi Borneo Resources Pte., Ltd. (Formerly Synergy Pte., Ltd.)
On October 31, 2011, the Company and Long Haul Holdings Ltd. established Bumi Borneo Resources Pte., Ltd., (BBR). The Company has 44.4% share ownership in BBR. BBR is domiciled in Singapore and with principal activity of investment holding company. As of December 31, 2011, BBR owned 60.44 million suspended voting shares in Bumi Plc, a company that listed in the London Stock Exchange (Notes 6 and 48b).
PT Kalimantan Prima Power
Pada tanggal 28 Juni 2010, PT Bakrie Power (BP), entitas Anak, mendirikan PT Kalimantan Prima Power (KPP) sebagai Entitas Pengendalian Bersama (Jointly Controlled Entity) dengan kepemilikan sebesar 70%. KPP berdomisili di Jakarta dan bergerak dalam bidang pelayanan pendukung tenaga listrik.
PT Kalimantan Prima Power
On June 28, 2010, PT Bakrie Power (BP), a subsidiary, established PT Kalimantan Prima Power (KPP) as a Jointly Controlled Entity with 70% ownership interest. KPP is domiciled in Jakarta and engaged in electricity support services.
PT Jibuhin Bakrie Indonesia
Pada tahun 1996, PT Bakrie Tosanjaya (BTJ) melakukan penyertaan pada PT Jibuhin Bakrie Indonesia (JBI) dengan kepemilikan sebanyak 360.000 saham atau sebesar 40%. JBI berdomisili di Cikarang dan bergerak dalam bidang pembuatan komponen kendaraan bermotor roda empat.
PT Jibuhin Bakrie Indonesia
In 1996, PT Bakrie Tosanjaya (BTJ) invested in 360,000 shares of PT Jibuhin Bakrie Indonesia (JBI), which represents 40% ownership. JBI is domiciled in Cikarang and engaged in the manufacture of components for four-wheeled motor vehicles.
Uzbektelekom International A.O.
Pada tahun 2002, PT Bakrie Communications (BC) melakukan penyertaan pada Uzbektelekom International A.O. (UZI AO) dengan kepemilikan sebanyak 5.808.103 saham atau sebesar 40,18%. UZI AO berdomisili di Uzbekistan, bergerak dalam bidang jasa telekomunikasi telepon lintas radio dan telepon tetap nirkabel. Perusahaan telah membuat penyisihan penurunan nilai atas seluruh nilai tercatatnya.
Uzbektelekom International A.O.
In 2002, PT Bakrie Communications (BC) invested in 5,808,103 shares of Uzbektelekom International A.O. (UZI AO), representing 40.18% ownership. UZI AO is domiciled in Uzbekistan and engaged in radio wave based telecommunications system services and fixed wireless telecommunication services. The Company has provided full allowance for impairment on the carrying amount.
PT Bakrie Kvaerner Engineering
Pada tahun 1995, Perusahaan melakukan penyertaan saham pada PT Bakrie Kvaerner Engineering (BKE) dengan kepemilikan sebanyak 4.900 saham atau sebesar 49%. BKE yang berdomisili di Jakarta bergerak dalam bidang usaha teknik dan jasa manajemen terutama untuk eksplorasi dan produksi minyak dan gas di Indonesia. Sehubungan BKE tidak aktif, Perusahaan telah membuat penyisihan penurunan nilai atas seluruh nilai tercatatnya.
PT Bakrie Kvaerner Engineering
In 1995, the Company invested in 4,900 shares of PT Bakrie Kvaerner Engineering (BKE), representing 49% ownership. BKE is domiciled in Jakarta and engaged in engineering and management services mainly in oil and gas exploration and production for downstream oil and gas industries in Indonesia. As BKE is inactive, the Company has provided full allowance for impairment on the carrying amount.

 


 

Short-Term Loans
Indiana Ltd. Indiana Ltd.
Pada tanggal 19 Desember 2011, Perusahaan mendapatkan fasilitas pinjaman dari Indiana Ltd sebesar Rp562 miliar yang dikenakan tingkat suku bunga sebesar 20% per tahun. Pinjaman ini digunakan untuk melunasi pinjaman yang diperoleh dari PT Sinarmas Sekuritas. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 19 Desember 2012 dan dijaminkan dengan 5 miliar saham BTEL yang dimiliki oleh Perusahaan. Pada tanggal 20 dan 30 Desember 2011, Perusahaan membayar sebagian pinjaman sebesar Rp767 juta dan Rp183 miliar. Saldo pinjaman ini pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp378.23 miliar (Catatan 48c). On December 19, 2011, the Company obtained a loan facility from Indiana Ltd. amounting to Rp562 billion with annual interest of 20%. This loan was used to pay the loan obtained from PT Sinarmas Sekuritas. This facility will be due on December 19, 2012 and is secured by 5 billion BTEL shares owned by the Company. On December 20 and 30, 2011 the Company partially paid the loan amounting to Rp767 million and Rp183 billion. Outstanding balance of this loan as of December 31, 2011 amounted to Rp378.23 billion (Note 48c).
PT Sinarmas Sekuritas PT Sinarmas Sekuritas
Pada tanggal 1 September 2009, Perusahaan mengadakan Perjanjian Pembiayaan Transaksi Efek dengan PT Sinarmas Sekuritas. Fasilitas pembiayaan ini mempunyai jumlah maksimum sebesar Rp800 miliar, dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 21% dan berlaku untuk jangka waktu satu tahun.
Pada tanggal 8 Oktober 2009, Perusahaan menggunakan fasilitas ini untuk memperoleh kembali saham BUMI dari Grup Ancora. Fasilitas ini dijamin dengan saham yang dimiliki perusahaan pada BUMI, EMP, BSP, dan BTEL masing-masing sejumlah 242 juta, 1.500 juta, 244 juta, dan 4.800 juta lembar saham.
Pada tanggal 1 September 2010 fasilitas pinjaman ini telah diperpanjang sampai dengan 1 September 2011. Pada tanggal 29 Desember 2010, Perusahaan telah membayar kembali sebagian pinjaman sebesar Rp123,55 miliar.
Pada tanggal 4 Maret 2011, Perusahaan telah membayar kembali sebagian pinjaman sebesar Rp56,8 miliar dengan menggunakan dana yang diperoleh dari fasilitas pinjaman baru dari Credit Suisse AG cabang Singapura (Catatan 20i). Atas pembayaran tersebut, seluruh jaminan saham BUMI dikembalikan ke Perusahaan. Selain itu, Perusahaan memberikan 321 juta saham BSP dan 62,5 juta saham BLD sebagai tambahan jaminan atas utang ini.
Pada tanggal 19 Desember 2011, Perusahaan telah melunasi fasilitas ini dengan menggunakan dana yang diperoleh dari fasilitas pinjaman baru dari Indiana Ltd. (Catatan 20a)
On September 1, 2009, the Company entered into Securities Transaction Financing Agreement with PT Sinarmas Sekuritas. This financing facility has a maximum amount of Rp800 billion, bears annual interest rate of 21% and is valid for 1 year.
On October 8, 2009, the Company used this facility to buy back BUMI shares from the Ancora Group. The facility is secured by shares owned by the Company in BUMI, EMP, BSP and BTEL in the amount of 242 million, 1,500 million, 244 million and 4,800 million shares, respectively.
On September 1, 2010, this facility was extended to September 1, 2011. In December 29, 2010, the Company partially repaid the loan amounted to Rp123.55 billion.
On March 4, 2011, the Company has partially repaid this facility amounting to Rp56.8 billion using the new credit facility from Credit Suisse AG Singapore branch (Note 20i). All collateral BUMI shares were returned due to this loan repayment. Moreover, the Company provided 321 million BSP shares and 62.5 million BLD shares as additional collaterals to this loan.
On December 19, 2011, the Company has fully paid this facility using the new credit facility from Indiana Ltd. (Note 20a).
Credit Suisse AG, Cabang Singapura Credit Suisse AG, Singapore Branch
Pada tanggal 29 Desember 2010, Perusahaan mengadakan perjanjian pinjaman dengan Credit Suisse AG cabang Singapura sebesar USD23 juta. Pinjaman ini akan digunakan untuk memenuhi kewajiban utang Perusahaan kepada PT Sinarmas Sekuritas dan untuk membayar fee dan biaya yang terkait dengan fasilitas tersebut.
Fasilitas ini dijamin dengan saham BUMI, BLD, BTEL dan BSP yang dimiliki oleh Perusahaan. Saldo pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp206 miliar.
Fasilitas ini akan jatuh tempo tanggal 15 Maret 2011 dan dikenakan suku bunga sebesar 10% per tahun. Pada tanggal 3 Maret 2011 fasilitas ini telah dilunasi dengan dana yang diperoleh dari fasilitas pinjaman baru yang juga berasal dari Credit Suisse AG cabang Singapura.
Pada tanggal 2 Maret 2011, Perusahaan bersama-sama dengan Long Haul Holding Ltd., mengadakan perjanjian pinjaman dengan Credit Suisse AG, Cabang Singapura, sebagai Structuring Agent. Pinjaman ini digunakan Perusahaan untuk pembiayaan ulang utang-utang Perusahaan yang diperoleh dari Credit Suisse International, Credit Suisse AG, Cabang Singapura, Bank Sarasin – Rabo (Asia) Limited, sebagian utang yang diperoleh dari PT Sinarmas Sekuritas dan penarikan kembali transaksi derivatif dengan Glencore. Jumlah fasilitas untuk Perusahaan adalah sebesar USD597 juta. Tingkat suku bunga fasilitas ini adalah sebesar LIBOR + 6% per tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 2 Maret 2012. Fasilitas ini dijamin dengan seluruh saham BUMI Plc yang dimiliki oleh Perusahaan. Pinjaman ini telah diselesaikan pada tanggal 20 Januari 2012 (Catatan 48a dan 48b).
On December 29, 2010, the Company entered into a credit agreement with Credit Suisse AG Singapore branch in the amount of USD23 million. This loan was used to settle the Company’s obligation to PT Sinarmas Sekuritas and to pay any fees and expenses related to the latter facility.
This facility is secured by BUMI, BLD, BTEL and BSP shares owned by the Company. The outstanding balance as of December 31, 2010 amounted to Rp206 million.
This facility would mature on March 15, 2011 and bears annual interest of 10%. On March 3, 2011 this facility was paid using the new credit facility that was also obtained from Credit Suisse AG Singapore branch.
On March 2, 2011, the Company together with Long Haul Holding Ltd., entered into a credit agreement with Credit Suisse AG, Singapore Branch, as the Structuring Agent. This loan has been used by the Company to refinance the Company’s loans from Credit Suisse International, Credit Suisse AG, Singapore Branch, Bank Sarasin – Rabo (Asia) Limited, part of loan to PT Sinarmas Sekuritas and early redemption of derivative transaction with Glencore. The amount of facility for the Company is USD597 million. Interest rate of this facility is LIBOR + 6% per annum and it would be due on March 2, 2012. This facility is collateralized by all BUMI Plc shares owned by the Company. This loan has been settled on January 20, 2012 (Notes 48a and 48b).
Raiffeisen Bank International AG, cabang Singapura Raiffeisen Bank International AG, Singapore Branch
Pada tanggal 9 Juni 2010, PT Petromine Energy Trading (PET) bersama dengan Bakrie Energy International Pte., Ltd., (BEI) dan Bakrie Petroleum International Pte., Ltd., (BPIPL) memperoleh Line of Credit Facility, Interim Finance Facility, Freight Finance Facility dan Performance Bond Facility dari Raiffeisen Zentralbank Osterreich AG, cabang Singapura dengan pagu maksimum masing masing fasilitas sebesar USD100 juta, USD10 juta, USD2 juta dan USD1 juta.
Fasilitas ini dijamin dengan piutang dari pelanggan, hak fidusia atas asuransi, deposito dan jaminan perusahaan dari BEI. Pada tanggal 31 Desember 2011 saldo pinjaman adalah sebesar sebesar Rp405,53 miliar.
On June 9, 2010, PT Petromine Energy Trading (PET) together with Bakrie Energy International Pte., Ltd., (BEI) and Bakrie Petroleum International Pte. Ltd. (BPIPL) obtained Line of Credit Facility, Interim Finance Facility, Freight Finance Facility dan Performance Bond Facility from Raiffeisen Zentralbank Osterreich AG, Singapore branch with maximum ceiling of each facility of USD100 million, USD10 million, USD2 million and USD1 million, respectively.
These facilities were secured by receivables from customers, fiduciary rights of insurance and Corporate guarantee from BEI. As of December 31, 2011, outstanding balance of this loan amounted to Rp405.53 billion.
Raiffeisen Bank International AG, cabang Singapura Raiffeisen Bank International AG, Singapore Branch
Pada tanggal 9 Juni 2010, PT Petromine Energy Trading (PET) bersama dengan Bakrie Energy International Pte., Ltd., (BEI) dan Bakrie Petroleum International Pte., Ltd., (BPIPL) memperoleh Line of Credit Facility, Interim Finance Facility, Freight Finance Facility dan Performance Bond Facility dari Raiffeisen Zentralbank Osterreich AG, cabang Singapura dengan pagu maksimum masing masing fasilitas sebesar USD100 juta, USD10 juta, USD2 juta dan USD1 juta.
Fasilitas ini dijamin dengan piutang dari pelanggan, hak fidusia atas asuransi, deposito dan jaminan perusahaan dari BEI. Pada tanggal 31 Desember 2011 saldo pinjaman adalah sebesar sebesar Rp405,53 miliar.
On June 9, 2010, PT Petromine Energy Trading (PET) together with Bakrie Energy International Pte., Ltd., (BEI) and Bakrie Petroleum International Pte. Ltd. (BPIPL) obtained Line of Credit Facility, Interim Finance Facility, Freight Finance Facility dan Performance Bond Facility from Raiffeisen Zentralbank Osterreich AG, Singapore branch with maximum ceiling of each facility of USD100 million, USD10 million, USD2 million and USD1 million, respectively.
These facilities were secured by receivables from customers, fiduciary rights of insurance and Corporate guarantee from BEI. As of December 31, 2011, outstanding balance of this loan amounted to Rp405.53 billion.
Bank Sarasin – Rabo (Asia) Limited Bank Sarasin – Rabo (Asia) Limited
Pada tanggal 4 Desember 2009, Perusahaan mengadakan perjanjian fasilitas pinjaman dengan Bank Sarasin Rabo (Asia) Limited sebesar USD60 juta untuk membiayai keperluan modal kerja secara umum dan pembelian efek. Fasilitas ini berbentuk fasilitas cerukan dan pinjaman tetap dengan jangka waktu 1 tahun sejak diterimanya fasilitas.
Fasilitas cerukan akan dibebankan tingkat bunga sebagai berikut:
• Untuk fasilitas cerukan yang ditarik dari bank, tingkat bunga tahunan sebesar 7% lebih tinggi antara tingkat bunga cerukan bank yang berlaku atau biaya pinjaman (ditentukan oleh Bank) untuk mata uang yang relevan.
• Untuk fasilitas cerukan yang digunakan untuk pembelian efek, tingkat bunga tahunan sebesar 2% lebih tinggi antara tingkat bunga cerukan bank yang berlaku atau biaya pinjaman (ditentukan oleh Bank) untuk mata uang yang relevan.
Selanjutnya, pinjaman tetap akan dibebankan tingkat bunga sebagai berikut:
• Untuk pinjaman tetap yang ditarik dari bank, tingkat suku bunga tahunan adalah sebesar 7% di atas tingkat bunga cerukan bank yang berlaku atau biaya pinjaman untuk mata uang yang relevan, khusus Dolar Singapura akan ditentukan biaya pencadangan (ditentukan oleh Bank).
• Untuk pinjaman tetap yang digunakan untuk pembelian efek, tingkat suku bunga tahunan adalah sebesar 2% di atas tingkat bunga cerukan bank yang berlaku atau biaya pinjaman untuk mata uang yang relevan, khusus Dolar Singapura akan ditentukan biaya pencadangan (ditentukan oleh Bank).
Fasilitas ini dijamin dengan saham yang dimiliki Perusahaan pada BSP, BUMI, BLD dan BTEL masing-masing sejumlah 325 juta, 176 juta, 508 juta dan 971,54 juta lembar saham.
Pada tanggal 23 Desember 2010, jatuh tempo pinjaman ini telah diperpanjang hingga 31 Oktober 2011 dan terdapat penambahan batas pinjaman menjadi USD160 juta. Pada tahun 2010, perusahaan mendapatkan pinjaman dana sebesar USD65 juta dan telah dibayar USD15 juta. Pada tanggal 3 Maret 2011, perusahaan telah membayar pinjaman sebesar USD50 juta dengan menggunakan dana yang diperoleh dari pinjaman baru Credit Suisse AG cabang Singapura (Catatan 20i). Atas pembayaran tersebut, jaminan saham BUMI sebanyak 176 juta lembar dikembalikan ke Perusahaan.
Pada tanggal 31 Desember 2011, 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 saldo pinjaman ini masing-masing sebesar nol, USD9,22 juta atau setara Rp79,22 miliar dan USD50 juta atau setara Rp449,55 miliar.
On December 4, 2009, the Company entered into a credit facility agreement with Bank Sarasin-Rabo (Asia) Limited amounting to USD60 million for financing its general working capital requirements and purchase of acceptable securities. This facility is in the form of overdraft advance and fixed advances with term of 1 year from receiving the facility.
Interest on overdraft advance shall be charged at the following rates:
• For overdraft advance that are withdrawn from the bank, annual interest of 7% above the higher of the Bank’s prevailing overdraft rate or its Cost of Funds (as determined by the Bank) for the relevant acceptable currency shall apply.
• For overdraft advance that are used for the purchase of Acceptable Securities, annual interest of 2% above the higher of the Bank’s prevailing overdraft rate or its Cost of Funds (as determined by the Bank) for the relevant acceptable currency shall apply.
Moreover, interest on Fixed Advances shall be charged at the following rates:
• For fixed advances that is withdrawn from the bank, annual interest of 7% above the Bank’s cost of funds for the relevant acceptable currency plus, in the case of Singapore Dollars, reserve costs (as determined by the Bank) shall apply.
• For fixed advances that is used for the purchase of acceptable securities, annual interest of 2% above the Bank’s Cost of Funds for the relevant acceptable currency plus, in case of Singapore Dollar, reserve costs (as determined by the Bank) shall apply.
The facility is secured by shares owned by the Company in BSP, BUMI, BLD and BTEL in the amount of 325 million, 176 million, 508 million and 971.54 million shares, respectively.
On December 23, 2010, the due date of this loan was extended until October 31, 2011 and an additional ceiling was granted amounting to USD160 million. In 2010, the Company received a total amount of USD65 million and paid USD15 million. On March 3, 2011, the Company repaid USD50 million using the new credit facility from Credit Suisse AG Singapore branch (Note 20i). The collateral BUMI shares amounting to 176 million shares were returned due to this loan repayment.
Outstanding balance as of December 31, 2011, June 30, 2011 and December 31, 2010 amounted to nil, USD9.22 million or equivalent to Rp79.22 billion and USD50 million or equivalent to Rp449.55 billion, respectively.
Fasilitas Pinjaman Baru dari Credit Suisse
Pada tanggal 12 Januari 2012, Perusahaan bersama dengan Long Haul Holding Ltd., menandatangani perjanjian kredit dengan Credit Suisse AG, Cabang Singapura (Credit Suisse), sebagai Structuring Agent. Pinjaman ini diterima Perusahaan sehubungan dengan pelaksanaan Perjanjian Jual Beli dengan PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (Catatan 48b) untuk menyelesaikan pinjaman Perusahaan dari Credit Suisse sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 20i. Jumlah fasilitas baru yang diterima oleh Perusahaan sebesar USD193,97 juta dan akan jatuh tempo dalam satu tahun setelah tanggal penarikan. Fasilitas ini dijaminkan dengan saham BUMI Plc yang dimiliki oleh Perusahaan.
New Credit Facility from Credit Suisse
On January 12, 2012, the Company together with Long Haul Holding Ltd., entered into a credit agreement with Credit Suisse AG, Singapore Branch (Credit Suisse), as the Structuring Agent. This loan was obtain by the Company in connection with the undertaking of the Share and Purchase Agreement with PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (Note 48b) to settle the Company’s existing loan from Credit Suisse as disclosed in Note 20i. The amount of the new facility received by the Company amounted to USD193.97 million and will mature within one year after the utilization date. This facility is collateralized by BUMI Plc shares owned by the Company.
Penjualan saham Bumi Plc ke PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk
Sehubungan dengan Perjanjian Jual Beli (SPA) tanggal 31 Oktober 2011 yang ditandatangani oleh Perusahaan, Long Haul Holdings Ltd. (LHH) dan PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (Borneo) (Catatan 6), pada tanggal 20 Januari 2012, Perusahaan dan LHH mentransfer saham BUMI Plc sebesar 23,8% ke Borneo melalui penjualan atas 51% saham Borneo Bumi Energi & Metal Pte. Ltd. dan 49% saham Bumi Borneo Resources Pte. Ltd. Hasil penjualan sebesar USD1 miliar digunakan untuk menyelesaikan pinjaman dari Credit Suisse (Catatan 20i).
Sale of Bumi Plc shares to PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk
In relation to Share and Purchase Agreement dated October 31, 2011 entered into by the Company, Long Haul Holdings Ltd. (LHH) and PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (Borneo) (Note 6), on January 20, 2012, the Company and LHH have transferred their 23.8% shares of Bumi PLc to Borneo through the sale of 51% shares of Borneo Bumi Energi & Metal Pte. Ltd. and 49% shares of Bumi Borneo Resources Pte. Ltd. The proceeds of the sale amounting to USD1 billion will be used to settle the loan from Credit Suisse (Note 20i).
Penyelesaian Utang Indiana
Pada tanggal 26 Januari 2012, Perusahaan membayar sebagian pinjaman dari Indiana (Catatan 20a) sebesar Rp175,5 miliar.
Settlement of Indiana Loan
On January 26, 2012 the Company partially paid the loan from Indiana (Note 20a) amounting to Rp175.5 billion.
Fasilitas Repo dari Conic Investment Limited
Pada tanggal 31 Januari 2012, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman repo dari Conic Investments Limited sebesar Rp120,77 miliar, fasilitas pinjaman ini telah dijaminkan dengan 140,45 juta lembar saham BSP, 138,72 juta lembar saham BLD dan 304,30 juta lembar saham EMP. Atas fasilitas ini telah dilunasi pada 30 Maret 2012.
Repo facility from Conic Investment Limited
On January 31, 2012, the Company obtained repo loan facility from Conic Investment Limited amounting to Rp120.77 billion. This loan facility is secured by 140.45 million BSP shares, 138.72 million BLD shares and 304.30 million EMP shares. This facility was fully paid on March 30, 2012.
Penggunaan atas Perjanjian Fasilitas dengan Mitsubishi Corporation
Sehubungan dengan perjanjian fasilitas yang dilakukan Perusahaan dan Mitsubishi Corporation (Catatan 41d), pada tanggal 2 April 2012, Perusahaan telah menggunakan fasilitas tersebut sampai dengan USD149,98 juta dan telah membeli 548,59 juta saham BUMI.
Utilization of Facility Agreement with Mitsubishi Corporation
In relation to the facility agreement entered into by the Company and Mitsubishi Corporation (Note 41d), as of April 2, 2012, the Company has utilized the facility up to USD149.98 million and bought 548.59 million BUMI shares.
Pelunasan pinjaman Bank Sarasin – Rabo (Asia) Limited
Pada tanggal 27 Januari 2012, Perusahaan telah melunasi sebagian pinjaman Bank Sarasin – Rabo (Asia) Limited (Catatan 20k) sebesar USD2 juta dan pada tanggal 3 Februari 2012 Perusahaan telah melunasi sisa pinjaman sebesar USD4,51 juta.
Settlement of loan from Bank Sarasin – Rabo (Asia) Limited
On January 27, 2012, the Company has settled a portion of its loan from Bank Sarasin – Rabo (Asia) Limited (Note 20k) amounting to USD2 million and on February 3, 2012, the Company has settled the remaining loan amounting to USD4.51 million.

 


Coal Mining Business in Indonesia
July 2016
http://bit.ly/2a6CmOp
http://amzn.to/2ar0Ch0

By Sando Sasako
Jakarta, 20 July 2016
Last update: 25 July 2016

This book is a part of an on-going research on energy business in Indonesia, including a near exhaustive profile of renewable energy in the world and its increasing trends. This part will be updated in a timely manner.

The book titled by “Energy Industry in Indonesia & World’s Renewable Energy”, is only available on a print-on-demand basis. The flash version is for demo purpose only and available only to be served in Greater Jakarta, Indonesia.
You may reach the publisher for demo request, inquiries, and purchase order from this number:
+62 851 0518 7118.


Coal Mining Business in Indonesia - Sando Sasako


List of Contents

List of Contents i
List of Tables v
List of Figures v

Indonesian Energy Business in a brief 1
CCoW Companies: The First Generations 2
BHP Kendilo Coal Indonesia 7
BHP Businesses in Indonesia 8
Rio Tinto 8
Tata Power 9
Arutmin Indonesia 10
Kaltim Prima Coal 11
Bumi Resources 12
The IndoCoal Deals 13
Borneo Lumbung Energi & Metal 14
The Bargain Chip: Asmin Koalindo Tuhup 14
AKT in Brief, Legally 17
The Company Named Borneo Lumbung Energi 18
The Road to Highly Indebted BORN 20
Tony Blair 23
REDD+ 24
Heart of Borneo 24
Samin Tan 26
Recapital Advisors 26
Borneo Lumbung Energi and Energi Megah Persada 28
Allied Indo Coal 29

Directory of Coal Mining Companies in Indonesia 31
Abadi Batubara Cemerlang 31
Abadi Coal Cemerlang 31
Aceh Resources and Mineral 31
Aceh Resources and Mineral Core 31
Adaro Indonesia 31
Adimas Baturaja Cemerlang 31
Allied Indo Coal , PT 32
Andhika Mutiara Etam 32
Andhika Mutiara Lestari 32
Andhika Mutiara Sejahtera 32
Antang Gunung Meratus 32
Anugerah Jatimulia 33
Anugerah Jatimulya 33
Arutmin Indonesia 33
Asmin Bara Bronang 33
Asmin Bara Jaan 33
Asmin Koalindo Tuhup 33
Astaka Dodol 34
Bahari Cakrawala Sebuku 34
Bangun Banua Persada Kalimantan 34
Bara Mutiara Prima 34
Bara Pramulya Abadi 35
Bara Sentosa Lestari 35
Bara Utama Unggul 35
Baradinamika Mudasukses 35
Baramarta, PD 35
Baramarta 35
Baramulti Sukses Sarana 35
Baramulti Suksessartana 36
Baramutiara Prima 36
Barasentosa Lestari 36
Batu Alam Selaras 36
Batubara Duaribu Abadi, PT 36
Batubara Selaras Sapta, PT 36
Baturona Adimulya 37
Benakat Energi 37
Benakat Energy 37
Bentala Coal Mining 37
Berau Coal 37
Bharinto Ekatama 37
Bima Duta Batubara Sakti 38
Borneo Bhaktibara Utama 38
Borneo Indobara 38
Buana Bara Utama 38
Bukit Baiduri Enterprises 38
Bukit Sunur 39
Bumi Laksana Perkasa 39
Bumi Panen Sukses 39
Bumi Sukse Mandiri 39
Buntok Perdana Coal Mining 39
Calicari 39
Coal Duaribu Abadi 39
Coal Selaras Sapta 39
Danau Mas Hitam 40
Daya Lapan 40
Delma Mining Corporation 40
Dhamar Tejokencono 40
Dharma Puspita Mining 40
Dutaputra Tanaratama 41
Ekasatya Yanatama 41
Energi Batubara Sumatera 41
Energy Batubara Sumatra 41
Fajar Bumi Sakti 41
Firman Ketaun Perkasa 41
Galicari 41
General Sakti Kreasindo 41
Generalindo Prima Coal 42
Gunung Bayan Pratama 42
Gunung Bayan Pratama Coal 42
Hulubalang Inti Bumi 42
Indexim Coalindo 42
Indominco Mandiri 43
Insani Bara Perkasa 43
Interex Sacra Raya 43
Intitirta Prima Sakti 43
Intitirta Primasakti 43
Jorong Barutama Greston 44
Juloi Coal 44
Kadya Caraka Mulia 44
Kalimantan Energi Lestari 44
Kalteng Coal 44
Kaltim Prima Coal 45
Kartika Selabumi Mining 45
Karunia Poladaya Bumi 45
Karya Bumi Baratama 45
Kendilo Coal Indonesia 46
BHP Kendilo Coal Indonesia 46
Kideco Jaya Agung 46
Kitadin 46
Kodeco Horna Mandiri 46
Kurnia Sarana Lestari 46
Kutai Kertanegara Prima Coal 46
Lahai Coal 47
Lanna Harita Indonesia 47
Lianganggang Cemerlang 47
Mahakam Sumber Jaya 47
Mandiri Intiperkasa 47
Mantimin Coal Mining 48
Marunda Graha Mineral 48
Marunda Grahamineral 48
Maruwai Coal 48
Maruai Coal 48
Meulaboh Energitama 48
Meullaboho Energitama 49
Mitrajaya Timuragung 49
Multi Harapan Utama 49
Multi Tambangjaya Utama 49
Nusa Minera Utama 49
Nusantara Termal Coal (D/A Nusantara Thai Coal) 50
Nusantara Thai Coal 50
Pari Coal 50
Pendopo Energi Coal 50
Pendopo Energy Batubara 50
Perkasa Inakakerta 50
Persada Permata Mulya 51
Persada Permata Mulia 51
Pesona Khatulistiwa Nusantara 51
Pinang Jaya Sarana Bara 51
Pinangjaya Sarana Bara 51
Ramdany Coal Mining 51
Ratah Coal 51
Restubara Karya Pratama 52
Riau Bara Harum 52
Salamindo Coalindo 52
Salamindo Pahala 52
Santan Coal 52
Santan Batubara 52
Sarwa Sembada Karya Bumi 52
Selatan Selabara 53
Selo Argodedali 53
Selo Argokencono Sakti 53
Senamas Energindo Mulya 53
Senamas Energindo Mulia 53
Sinar Benua Prima 54
Sinarindo Barakarya 54
Singlurus Pratama 54
Solok Bara Adipratama 54
Sumber Barito Coal 54
Sumber Kurnia Buana 55
Suprabari Mapanindo Mineral 55
Tambang Damai 55
Tanito Harum 55
Tanjung Alam Jaya 56
Tanjung Alam Raya 56
Taraco Mining 56
Teguh Persada Coal 56
Teguh Reksa Daya 56
Teguh Sinar Abadi 56
Tempayang Cemerlang 57
Timah Batubara Utama 57
Torah Antareja Mining 57
Trimarta Coal Perkasa 57
Trimata Buana 57
Trimata Benua 57
Trimata Coal Perkasa 58
Trubaindo Coal Mining 58
Wadung Mas Tambang Mulia 58
Wadungmas Tambang Mulia 58
Wahana Baratama Mining 58
Whirakaneo Coalindo 58
Whiratama Bina Perkasa 58
Yamabhumi Palaka 59

List of Tables

Table 1 – The First Generation CCoW Companies: The dates, area, and resources/reserves 2
Table 2 – The second generation of CCoW Companies: 17 of 19 3
Table 3 – The third generation of CCoW Companies: 106 of 114 4
Table 4 – Financial profile of 3 direct subsidiaries of Tata Power on coal business in Indonesia, 2015q1 (₹ crore) 9
Table 5 – Subsidiaries of Tata Power related with coal mining business in Indonesia, 2015q1 (₹ crore) 10
Table 6 – Some companies related with BORN 18
Table 7 – The most vital financial figures of PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk, 2006-2014q3 20
Table 8 – BORN’s debts by signing dates and terms, 2005-2010 22

List of Figures

Figure 1 – The mechanics of $600m structure finance (fixed rate note) of IndoCoal in 2005 13
Figure 2 – The mechanics of unrated $900m structured export notes (FRN) of IndoCoal in 2006 14
Figure 3 – AKT’s coal deposit, 200511-201109 14
Figure 4 – BORN’s coal specification, worldwide comparation 15
Figure 5 – Indonesian coal producers by mine sites 15
Figure 6 – Sea access of AKT as BORN’s asset 16
Figure 7 – The owners of BLE 19
Figure 8 – The net debt maturities of PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk, 2012q1 20
Figure 9 – The flows of debts and stakes within companies related with PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN), Nov.2010 21
Figure 10 – The debt burdens of PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk, 2012q1 23
Figure 11 – Heart of Borneo: Three countries, One conservation vision 25

Advertisements